Kamis, 21 November 2013

Konflik Etika Bisnis

1.    Teori

Menurut Irham Fahmi (2013:2) etika dapat diterjemahkan sebagai bentuk tindakan dengan mendasarkan moral sebagai ukuranya.
Menurut Irham Fahmi (2013:3) etika bisnis adalah aturan – aturan yang menegaskan suatu bisnis boleh bertindak dan tidak boleh bertindak, dimana aturan – aturan tersebut dapat bersumber dari aturan tertulis maupun aturan yang tidak tertulis. Dan jika suatu bisnis melanggar aturan – aturan tersebut maka sangsi akan diterima. Dimana sangsi tersebut dapat berbentuk langsung maupun tidak langsung.
Lewis a. Coser : adalah perselisihan mengenai nilai nilai atau tuntutan tuntutanberkenaan dengan status, kuasa dan sumber sumber kekayaan yang persediaannya terbatas.
Leopod Von Wiese :suatu proses sosial dimana orang perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi apa yang menjadi tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai dengan ancaman dan kekerasan.
 Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
  Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan. 6. Konflik dalam organisasi sering terjadi tidak simetris terjadi hanya satu pihak yang sadar dan memberikan respon terhadap konflik tersebut. Atau, satu pihak mempersepsikan adanya pihak lain yang telah atau akan menyerang secara negatif (Robbins, 1993).
Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami (Pace & Faules, 1994:249).
Konflik dapat dirasakan, diketahui, diekspresikan melalui perilaku-perilaku komunikasi (Folger & Poole: 1984).
Konflik senantisa berpusat pada beberapa penyebab utama, yakni tujuan yang ingin dicapai, alokasi sumber – sumber yang dibagikan, keputusan yang diambil, maupun perilaku setiap pihak yang terlibat (Myers,1982:234-237; Kreps, 1986:185; Stewart, 1993:341). 10. Interaksi yang disebut komunikasi antara individu yang satu dengan yang lainnya, tak dapat disangkal akan menimbulkan konflik dalam level yang berbeda – beda (Devito, 1995:381).
Duane Ruth-hefelbower :adalah kondisi yang terjadi ketika dua pihak atau lebih menganggap ada perbedaan posisi yang tidak selaras, tidak cukup sumber dan tindakan salahsatu pihak menghalangi, atau mencampuri atau dalam beberapa hal membuat tujuan pihak lain kurang berhasil.



2.    Kasus/Artikel

Pada saat saya mulai masuk ke universitas Gunadarma, salah satu syaratnya adalah memiliki komputer atau laptop, karena syaratnya demikian maka saya membeli sebuah laptop. Namun setelah saya mulai beraktifitas akademis di Gunadarma, saya merasa perlu membeli sebuah Modem demi mendukung kelancaran saya dalam mengakses internet dari rumah saya. Kemudian saya memutuskan untuk membeli modem AHA salah satu produk Esia. Modem ini saya beli pada saat 5 hari setelah Imlek, pada saat saya semester 1, tingkat 1 kelas 1ea09. Saya memilih modem AHA karena Modem ini tergolong murah harganya, dibanding modem lain pada saat itu. Akan tetapi seiring berjalanya waktu, pada saat itu saya sudah di tingkat 2. Kemudian modem saya mengalami kerusakan. Kemudian saya mendatangi gedung Bakrie yang terletak dijln Kuningan. Kemudian atas petunjuk dari admin disana saya menuju ke ITC Kuningan untuk menjumpai salah satu tempat servicenya. Kemudian saya kesana, tetapi saya agak kecewa dengan respon khususnya daya tanggap dari pelayan disana, dimana saya harus menunggu cukup lama, dan tidak ada kepastian karena gara – gara berdasarkan kode katanya garansinya sudah habis namun bon pembeliannya masih belum saya ketemukan. Nah yang jadi masalah disini adalah daya tanggapnya yang kurang dimana mereka tidak mau memberitau apa kerusakannya dan apa solusinya segera mungkin, padahal saya sudah menanyakanya terus. Tetapi begitu saya mengasihh fotocopyian bon pembelian, mereka segera menggantinya dengan yang baru dan menyebutkan alasan kerusakannya.
Kemudian yang kedua setelah saya selesai dengan masalah modemnya berikutnya saya bermasalah dengan sinyal yang tiba – tiba hilang. Lagi – lagi daya responnya atau tanggapnya kurang, karena pada saat itu pas saya semester 5 abis pulang liburan tiba – tiba sinyalnya hilang, sehari, duahari, 3hari sampai seminggu sinyalnya ‘tak kunjung pulih. Karena kondisi demikian saya kembali melaporkan ke gedung Bakrie, dimana saya menjelaskan keadannya, mereka memeriksanya, kemudian admin berkata, tunggu saja nanti ada seseorang yang akan ngebel, kemudian benar ada seseorang yang ngebel tetapi jawabanya sederhana dimana katanya tunggu saja, kami akan memperbaikinya, namun jika sampai sore tidak bagus juga maka besoknya bisa kembali lagi ke gerai Esia yang ada di Kuningan. Kemudian karena sampai sore ‘tak kunjung pulih akhirnya saya kembali ke kesana, saya ceritakan lagi, kemudian, mereka jawabanya sederhana, dimana tidak kerusakan pada modem dan kartunya. Tunggu saja. Karena jawaban yang seperti itu saya merasa tidak puas dan kecewa, akhirnya saya memilih untuk mendiamkannya. Hingga akhirnya suatu saat bisa pulih juga sampai saat ini.


3.    Analisis

Secara teoritis Menurut Irham Fahmi (2013:3) etika bisnis adalah aturan – aturan yang menegaskan suatu bisnis boleh bertindak dan tidak boleh bertindak, dimana aturan – aturan tersebut dapat bersumber dari aturan tertulis maupun aturan yang tidak tertulis. Dan jika suatu bisnis melanggar aturan – aturan tersebut maka sangsi akan diterima. Dimana sangsi tersebut dapat berbentuk langsung maupun tidak langsung.
 Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami (Pace & Faules, 1994:249).
Konflik adalah konflik bagaimanapun adanya konflik karena adanya 2 kepentingan yang bertentangan, konflik bisa terjadi antara individu dengan individu, individu dengan organisasi, organisasi dengan organisasi atau konflik didalam individu sendiri, seperti konflik antara kebutuhan dengan keinginan.
Jika dibiarkan terus menerus tanpa dicari suatu solusi maka akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Pada dasarnya konflik sendiri sudah berdampak buruk secara psikologis bagi individu.
Secara etika jelas bahwa konflik itu bertentangan dengan etika karena didalam etika konflik adalah tidak diperbolehkan karena jelas sekali bahwa etika adalah aturan mainnya namun konflik mulai keluar dari aturan main tersebut.
Pada kasus saya diatas adalah kasus yang sederhana, dimana saya yang sebagai konsumen merasa dikecewakan atas tanggapan dari pihak customer servicenya. Meskipun akhirnya semua kembali normal.
Daya tanggap adalah salahsatu unsur yang mempengaruhi kepuasaan pelanggan, dimana ketika daya tanggap customer service ok, maka konsumen merasa dihargai dan dilayani dengan baik, dan konsumen merasa puas. Namun akan terjadi hal yang sebaliknya jika daya tanggapnya menjadi kurang.
Maka dari itu menurut saya solusinya adalah tingkatkan lagi daya tanggapnya, karena setiap konsumen yang komplaint, setiap konsumen yang datang membutuhkan informasi yang jelas, membutuhkan jawaban, membutuhkan solusi. Dimana ketika itu pada saat saya mengalami situasi kehilangan sinyal, tidak ada tanggapan yang pasti dan solusi yang jelas. Kemudian pada saat saya mengalami kerusakan modem, tidak ada kejelasan sampai saya mengajukan fotocopy bon pembelian, padahal saat itu saya terus menerus bertanya kenapa kerusakan modem saya
Pada tulisan kali ini saya tidak bermaksud menjelekkan pihak manapun, saya membuat tulisan ini hanya sekedar Tugas untuk Mata Kuliah Etika Bisnis Pa Wardoyo

4.      Referensi

Ashari, Dani. 2010. Pengertian Konflik Menurut Beberapa Ahli. http://dhaniasashari.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 21 November 2013.

Fahmi, Irham. 2013. Etika Bisnis Teori, Kasus, dan Solusi. Bandung: Alfabeta.

Malili. 2011. Pengertian Konflik Menurut Beberapa Ahli. http://sccsmansamalili.blogspot.com/2011/11/pengertian-konflik-menurut-beberapa.html. Diakses pada tanggal 21 November 2013.


.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar